ISBD
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Arti
Penting Memahami Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
Tidak dapat dipungkiri, di samping merupakan potensi yang memperkuat
persatuan dan kesatuan bangsa, keanekaragaman suku bangsa dan budaya di
Indonesia dapat pula menjadi potensi bernuansa kesukuan. Konflik bernuansa
kesukuan ini muncul apabila fanatisme suku bangsa tertentu bertemu dengan
kepentingan-kepentingan lain sehingga memicu konflik horizontal.Konflik semacam
ini muncul apabila terjadi salah pengertian di dalam komunikasi antarsuku
bangsa. Sebuah persoalan sosial biasa bisa memicu sentimen suku bangsa tertentu
apabila para pelaku yang sedang berbeda pendapat tersebut ditarik berdasarkan
jati diri yang sudah dibawa sejak lahir, yaitu berasal dari suku bangsa
tertentu.
Sentimen inilah yang akan membangkitkan solidaritas suku
bangsa apabila masyarakat dibutakan dari persoalan dasar yang dihadapi kedua
pihak sehingga yang muncul di permukaan adalah konflik antarsuku bangsa.Dalam
rangka meredam konflik bernuansa suku bangsa, penanaman nilai-nilai perbedaan
dalam kesetaraan merupakan langkah penting di masa yang akan datang. Identitas
suku bangsa merupakan jati diri yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Karena,
seseorang dilahirkan ke dunia, tidak bisa memilih untuk dilahirkan dalam suku
bangsa tertentu. Oleh karena itu, jati diri suku bangsa dan budaya yang
dimiliki seseorang sejak lahir harus dipahami sebagai perbedaan yang setara
dalam masyarakat majemuk bangsa Indonesia.
Penanaman nilai-nilai perbedaan dalam kesetaraan sangat
penting dilakukan pada generasi muda yang akan menjadi tulang punggung
keberlangsungan negara bangsa Indonesia. Terlahir dari suku bangsa tertentu
tidak boleh membuat seorang warga bangsa merasa menjadi warga negara kelas dua.
Penanaman itu dapat dimulai dari kelompok kecil bernama keluarga. Penghargaan
terhadap sesama manusia 'apa pun suku bangsanya' harus menjadi nilai luhur yang
dipedomani seluruh anggota masyarakat.Selain penanaman nilai-nilai budaya lokal
kepada generasi muda, pemahaman akan perbedaan dalam kesetaraan masyarakat
dunia pun tidak kalah pentingnya ditanamkan pada generasi muda saat ini. Arus
informasi yang hampir tak dapat dibendung lagi membuat batas antarnegara
menjadi virtual.
Apa yang terjadi di belahan dunia lain dapat diketahui
masyarakat di belahan dunia lainnya hanya dalam hitungan detik. Generasi muda
merupakan salah satu komponen bangsa yang sangat mudah mengakses informasi baik
dari media cetak, elektronik, internet, ataupun sumber informasi lainnya. Oleh
karena itu, sebagai warga bangsa yang juga memperoleh referensi informasi dari
belahan bumi lainnya, pemahaman terhadap kemajemukan sebuah bangsa perlu
senantiasa dilakukan dengan berbagai cara.Apabila pemahaman konsep
multikultural di dalam negeri, yaitu pemahaman atas perbedaan dalam kesetaraan,
belum tuntas dilakukan, dikhawatirkan generasi muda akan mengalami kegamangan
budaya apabila generasi muda tidak memperoleh penanaman nilai budaya Indonesia
sejak dini.
Di sinilah peran penting pemerintah dan pemerintah daerah
untuk memfasilitasi penanaman nilai-nilai budaya lokal dalam konteks Negara
Kesatuan Republik Indonesia agar tokoh masyarakat, tokoh partai, ataupun lembaga
swadaya masyarakat dan organisasi kemasyarakatan dapat menyampaikan penanaman
nilai-nilai kemajemukan dalam persatuan ini kepada generasi muda.Pemerintah
daerah memiliki kewajiban melestarikan nilai sosial budaya seperti diatur dalam
Pasal 22 huruf m Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
P
asal tersebut menyatakan, dalam menyelenggarakan otonomi, daerah berkewajiban
(huruf m) melestarikan nilai sosial budaya. Amanat undang-undang ini dapat
diartikan bahwa kesempatan terbuka luas baik bagi seluruh komponen bangsa di
tingkat pusat maupun daerah untuk turut serta memajukan budaya nasional di
tengah pergolakan peradaban global.
B. Bukti
sekaligus contoh bahwa keragaman sebagai sumber konflik dan juga bisa jadi asset
budaya
Aspek kewilayahan menjelaskan, bahwa wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia adalah merupakan negara kepulauan dengan ribuan pulau besar
kecil di dalamnya. Satu pulau dengan pulau yang lain dipisahkan oleh bentangan
laut yang sangat luas. Kondisi wilayah yang demikian menjadikan keterpisahan
antara satu bagian wilayah negara dengan wilayah negara yang lain dalam negara
Indonesia. Di samping itu juga terdapatnya jarak yang jauh antara pusat dengan
daerah. Terbawa oleh kondisi kewilayahan tersebut, perlu disadari oleh semua
pihak bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sesungguhnya rawan terjadinya
perpecahan (disintegrasi). Kenyataan lain menunjukkan, bahwa pemerintah
dihadapkan pada persoalan adanya daerah yang ingin memisahkan diri dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Aspek sosial budaya menjelaskan, bahwa masyarakat Indonesia
diwarnai oleh berbagai macam perbedaan, baik perbedaan suku, ras, agama,
kebudayaan, dan bahasa. Kondisi sosial budaya yang demikian menjadikan
kehidupan bangsa Indonesia menyimpan potensi terjadinya konflik. Kenyataan juga
menunjukkan, bahwa dalam kehidupan bangsa Indonesia sering terjadi konflik
antar-kelompok masyarakat yang dilatarbelakangi oleh perbedaan-perbedaan
tersebut. Sampai saat ini, konflik-konflik yang terjadi tidak menimbulkan
perpecahan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Namun demikian kenyataan semacam
itu perlu manjadikan perhatian semua pihak agar dapat mempertahankan persatuan
dan kesatuan bangsa Indonesia tetap terjaga.
Atas dasar dua alasan tersebut, maka penting sekali memahami
keberagaman dalam masyarakat Indonesia yang ditujukan untuk mengusahakan dan
mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanpa
kesadaran akan keberagaman yang kita miliki, bangsa Indonesia bisa saja
terjerumus ke arah perpecahan. Keberagaman masyarakat Indonesia memiliki dampak
positif sekaligus dampak negatif bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa dan
negara.. Dampak positif memberikan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan,
sedangkan dampak negatif mengakibatkan ketidakharmonisan bahkan kehancuran
bangsa dan negara. Keberagaman suku bangsa, budaya, ras, agama, dan gender
menjadi daya tarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia. Kita tidak
hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga keindahan dalam keberagaman
masyarakat Indonesia.
Contohnya
di dalam kehidupan sehari-hari:
Perbedaan dalam lingkungan sekolah
juga memiliki manfaat bagi pelajar, guru, dan
sekolah. Bayangkan apabila setiap saat semua pelajar dan guru selalu
memiliki pendapat yang sama, cara berpakain yang sama, cara berbicara yang
sama. Maka kehidupan sekolah akan “monoton atau hambar”. Kreatifitas dan
inovasi akan lebih berkembang apabila memungkinkan perbedaan pendapat,
berpikir, dan berkreasi
B.
Kesimpulan
Kesimpulannya
Bahwa Perubahan Dinamis dan arus Globalisasi yang tinggi menyebabkan Masyarakat
kita sebagai bangsa indonesia yang memiliki banyak dan beragam kebudayaan
kurang memiliki kesadaran akan pentingnya peranan budaya lokal kita ini dalam
memperkokoh ketahanan Budaya Bangsa. Padahal sesungguhnya Budaya Lokal yang
kita miliki ini dapat menjadikan kita lebih bernilai dibandingkan bangsa lain
karena betapa berharganya nilai – nilai budaya lokal yang ada di negara ini.
Untuk itu seharusnya kita bisa lebih tanggap dan peduli lagi terhadap semua
kebudayaan yang ada di indonesia ini. Selain itu kita harus memahami arti
kebudayaan serta menjadikan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia sebagai
sumber kekuatan untuk ketahanan budaya bangsa.Agar budaya kita tetap terjaga
dan tidak diambil oleh bangsa lain. Karena kekayaan bangsa Indonesia yang tidak
ternilai harganya itu dan tidak pula dimiliki oleh bangsa-bangsa asing. Oleh
sebab itu, sebagai generasi muda, yang merupakan pewaris budaya bangsa,
hendaknya memelihara seni budaya kita demi masa depan anak cucu. Salah
satu upaya pelestarian budaya indonesia adalah dengan membuat dokumentasinya,
termasuk dokumentasi digital atau elektronik di era informasi ini. Mungkin
peran perguruan tinggi bisa dikedepankan di sini. Kegiatan riilnya bisa dalam
bentuk penelitian atau pengabdian masyarakat.Yuk kita cintai dan pertahankan
budaya Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
(ISBD)
sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya
ISBD memberikan alternative sudut
pandang atas pemecahan masalah social budaya di masyarakat. Pendekatan dalam
ISBD lebih bersifat Interdisiplin atau Multidisiplin, khususnya ilmu-ilmu
social dalam menghadapi masalah social. Pendekatan dalam
ISBD lebih bersifat interdisiplin atau multidisiplin, khususnya ilmu-ilmu
sosial dalam menghadapi masalah sosial. Pendekatan dalam ISBD bersumber dari
dasar-dasar ilmu sosial dan budaya yang bersifat integrasi. ISBD digunakan
untuk mencari pemecahan masalah kemasyarakatan melalui pendekatan interdisipliner
atau multidisipliner ilmu-ilmu sosial dan budaya. Sedangkan pendekatan dalam
ilmu soaial lebih bersifat subject oriented, artinya berdasarkan sudut pandang
dari ilmu sosial tersebut. Misalnya, ilmu Ekonomi melihat suatu masalah melalui
perspektif Ekonomi serta pemecahan masalah melalui sudut pandang Ekonomi pula.
Sedangkan pendekatan yang mendalam dalam ISBD dibebankan pada ilmu sosial dan
budaya yang lebih bersifat toritis, baik menyangkut ruang lingkup, metode dan
sistematikanya. Harus dipahami bahwa manusia tidak terlepas dari gejala-gejala
alam dan kehidupan lingkungan. Alam dan manusia akan saling mempengaruhi, namun
sebagai subject kehidupan manusia perlu memperlakukan alam secara baik sehingga
akan memberikan manfaat bagi kesejehteraan hidupnya. Berdasarkan hal tersebut,
beberapa perguruan tinggi memberlakukan ISBD sebagai mata kuliah wajib bagi
mahasiswa dari program ilmu alam atau ekstata. Dengan demikian, mahasiswa
sebagai calon ilmuwan dan profesional harapan bangsa mampu bertindak secara arif
dan bijaksana..
Dalam ISBD juga mempelajari sistem sosial. Sistem sosial
adalah seperangkat aturan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat, yang kadang
berbenturan juga dengan budaya. Benturan budaya itu adalah priksi budaya (
karena memaksakan budaya/ norma/kita
dengan budaya/norma orang lain). Selain itu juga ISBD mempelajari
mengenai sanksi. Intinya sanksi itu bersifat menyakitkan.
Sanksi terbagi menjadi :
1. Moral
Hati nurani yang dibayangi rasa
bersalah dan berdosa.
2. Sosial
Sanksi dikucilkan masyarakat.
3. Hukum/fisik
Apabila melakukan pelanggaran
aturan, norma, adat maka akan diproses di pengadilan dan akan di penjara
(KUHAP).
ISBD sebagai integerasi dari ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan
sosial dan kosep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga mampu mengkaji
masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa peka,
tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya
secara arif. Pendekatan ISBD juga merupakan akan
memperluas pandangan bahwa
masalah sosial, kemanusian, dan budaya dapat
didekati dari berbagai
sudut pandang. Dengan wawasan.
B
Manusia
dan masalahnya
Setiap manusia memiliki masalah dan yang membedakan nya
adalah volume dan jenis masalahnya. Manusia dapat
dikatakan dewasa jika mampu menyikapi masalah – masalahnya.
Manusia memiliki masalah sosial, masalah sosial adalah suatu kondisi dimana
terganggunya sebagian besar kehidupan masyarakat dan perlu dicari jalan pemecahannya.
Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial selama dihadapkan kepada masalah
sosial yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Masalah sosial ini timbul
sebagai akibat dan hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah
lakunya. Masalah sosial ini tidaklah sama antara masyarakat yang satu dengan
masyarakat lainnya karena adanya perbedaan dalam tingkat perkrmbangan
kebudayaannya, sifat kependudukannya, dan keadaan lingkungan alamnya.
Disiplin – disiplin ilmu pengetahuan yang tergolong ke
dalam ilmu sosial telah mempelajari hakikat masyarakat dengan perspektif yang
berbeda – beda, maka terhadap keanekaragaman dalam melihat dan mempelajarinya.
Masalah – masalah sosial merupakan hambatan dalam usaha untuk mencapai sesuatu
yang diinginkan. Pemecahannya menggunakan cara yang diketahuinya dan yang
berlaku, tetapi aplikasinya menghadapi kenyataan, hal yang biasanya berlaku
telah berubah, atau terhambat pelaksanaanya. Masalah-masalah tersebut dapat terwujud sebagai masalah sosial, masalah moral, masalah
politik, masalah ekonomi, masalah agama, atau masalah – masalah lainnya. Yang
membedakan masalah sosial dengan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial
selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai – nilai moral dan pranata –
pranata sosial, serta ada kaitannya dengan hubungan – hubungan manusia itu
terwujud ( nisbet, 1961 ). Pengertian masalah sosial memiliki dua
pendenefisian, yang pertama itu adalah menurut umum atau warga masyarakat,
segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah soial, dan yang
kedua yaitu menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau
perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi,
mempunyai sifat yang dapat menimbulakan kekacauan terhadap kehidupan warga
masyarakat secara keseluruhan.
Salah satu contoh yang kami ambil d buku masalah seorang
pedagang kaki lima. Menurut defenisi umum pedagang kaki lima bukan masalah
sosial karena merupakan upaya mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya, dan
pelayanan bag warga masyarakat pada taraf ekonomi tertentu sebaliknya para ahli
perencanaan kota masyarakat pedagang kaki lima sebagai sumber kekacauan lalu
lintas dan peluang kejahatan.
C. Manusia memiliki masalah karena :
Perkembangan budaya, budaya berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah
akal, moral, sopan, tata krama. Sedangkan daya adalah unsur perbuatan jasmani/
kekuatan/ kemampuan untuk cipta, rasa, karya, karsa. Jadi perkembangan budaya
adalah perkembangan akal, moral, kesopanan , tata krama dalam perbuatan jasmani
agar mampu menciptakan, merasakan, membuat karya yang mampu digunakan oleh
manusia itu sendiri.
Budaya dibagi menjadi :
1.Fisik
Semua budaya yang berbentuk benda.
2.Non fisik
Berupa aturan, norma, adat – istiadat, sistem sosial. Proses terjadinya aturan,
norma, adat – istiadat atas dasar kesepakatan masyarakat setempat dan tidak
bersifat universal. Akal yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar